aku, dengan 45 detik lampu merah itu,
aku, yang sedang bosan memainkan sarung tanganku
aku, yang dengan malasnya mengendarai sepeda motorku,
dan aku, yang hari itu sama sekali tidak memiliki mimpi untuk diraih.
sampai aku lihat seluruh kejadian itu,
kejadian dia, bukunya, kotak makannya, dan seorang pengamen jalanan
dia yang duduk di angkutan umum itu,
dia yang sebenarnya sedang menjelajah bersama kumpulan katakata dalam bukunya itu
dan dia yang berikan kotak makannya untuk pengamen itu
dia, yang semoga nanti akan berikan tangannya untuk menggenggam tangan ayahku dan mengucap janji suci itu pada ayahku, pada Tuhanku, dan untukku. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar